Kabar Kami

SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA

Workshop dan Rapat Kerja Awal Tahun 2026 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta “Transformasi Pembelajaran melalui Kolaborasi dan Inovasi Berkelanjutan”

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

Awal Tahun 2026 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Workshop dan Rapat Kerja Guru dan Karyawan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Senin, 5 Januari 2026 dan Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Aula SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh 54 peserta yang terdiri atas guru dan karyawan. Kegiatan workshop dibuka dengan renungan yang dipimpin oleh Bapak Dwi Winarto, M.Th., M.Pd. sebagai penguatan spiritual dan refleksi awal dalam memasuki semester dan tahun ajaran yang baru. Workshop pengarahan dan evaluasi awal tahun untuk guru dipimpin oleh Bapak Yudha Kusniyanto, S.Sos., M.Pd.

Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa SMA BOPKRI 2 Yogyakarta merupakan sekolah multikultural yang berkarakter, adaptif, dan inovatif. Beliau menyampaikan program kurikulum, presentasi program sarana dan prasarana, program kesiswaan, program humas, dan ditutup presentasi program SDM dan pembagian tugas pegawai serta evaluasi dari berbagai bidang secara menyeluruh serta memberikan arahan mengenai langkah-langkah strategis yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki demi kemajuan sekolah ke depan. Harapannya SMA BOPKRI 2 Yogyakarta berjalan sesuai dengan visi dan misi sekolah, serta mengimplementasikan nilai-nilai Ke-BOPKRI-an dan 8 jalan BODA yakni bagaimana nilai-nilai Ke-BOPKRI-an: Kasih, Integritas, dan Pelayanan yang tulus serta karakter utama SMA BODA yakni Beriman, Toleran, Sopan, Antikekerasan, Peduli, Jujur, Disiplin, dan Kreatif.

Menjadi Sekolah Multikultural Indonesia yang berkarakter, adaptif, dan inovatif. Sementara itu, workshop khusus karyawan dipimpin oleh Ibu Visca Veronica, M.Pd. Materi yang disampaikan menekankan nilai pelayanan, dengan pesan utama bahwa besar kecilnya seseorang tidak diukur dari berapa banyak orang yang melayaninya, melainkan dari seberapa banyak orang yang ia layani. Materi ini menjadi penguatan karakter dan etos kerja bagi seluruh karyawan. Pada hari kedua, kegiatan workshop dan rapat kerja awal tahun diawali dengan renungan oleh Ibu Heny Puspowati,S.Pd. Pemaparan materi dipimpin oleh Dr. Sri Sulastri, M.Pd., selaku Direktur Pelaksana Yayasan BOPKRI Yogyakarta. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan tiga fokus utama pengembangan yaitu, meningkatkan efisiensi keuangan Yayasan BOPKRI, meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah, dan meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi. Selain itu, beliau juga menjelaskan secara rinci bidang-bidang yang perlu terus ditingkatkan, antara lain biro keuangan, bidang jejaring dan fundraising, bidang aset, serta bidang pendidikan.

Kegiatan workshop dan rapat kerja ini diakhiri dengan diskusi dan evaluasi bersama antara guru dan karyawan, serta doa bersama sebagai wujud harapan dan komitmen untuk keberhasilan pelaksanaan pembelajaran pada semester genap. Melalui kegiatan ini, SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan karyawan. Diharapkan, workshop dan rapat kerja ini dapat menjadi inspirasi untuk terus bergerak maju dan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik.


SMA BOPKRI 2 Selenggarakan Asesmen Sumatif Projek Siswa (ASPS) Melalui Pengabdian Masyarakat

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 melaksanakan Asesmen Sumatif Projek Siswa (ASPS) sebagai bentuk penilaian akhir semester yang dikemas secara berbeda dan inovatif. Berbeda dari penilaian akhir semester pada umumnya yang berfokus pada tes tertulis, ASPS dilaksanakan dalam bentuk Projek Pengabdian Masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik, meningkatkan keterampilan sosial, mengasah soft skills, serta melatih kemampuan siswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Melalui ASPS, peserta didik diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari ke dalam kehidupan bermasyarakat.

ASPS dilaksanakan dalam bentuk pengabdian masyarakat yang bersifat sederhana dan disesuaikan dengan tema pada masing-masing jenjang. Untuk Kelas X, tema yang diangkat adalah Iklim dan Lingkungan Hidup dengan sifat projek menciptakan (create). Kelas XI mengusung tema Keterampilan dan Inovasi dengan sifat projek memodifikasi (modify). Sementara itu, Kelas XII mengangkat tema Pelatihan Pendidikan/Pendidikan Sumber Daya Manusia dengan sifat projek menciptakan (create).

          Tahap perencanaan dan persiapan berlangsung pada 17 – 25 November 2025, meliputi kegiatan survei lokasi pengabdian, penyusunan proposal kegiatan, serta persiapan alat dan bahan projek. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan pada 26 – 28 November 2025 dengan berbagai kegiatan, seperti penanaman bibit tanaman, menerapkan prinsip 3R(reduce,reuse,recycle) untuk sampah, peningkatan literasi bagi anak-anak, pembuatan kerajinan, pembelajaran bahasa Jepang, dan kegiatan edukatif lainnya.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta didik membuat video dokumentasi kegiatan dan materi presentasi yang dipresentasikan pada tanggal 2 – 4 Desember 2025 sesuai jadwal yang didapatkan. Ujian dilaksanakan secara lisan, di mana setiap kelompok mempresentasikan hasil projek di hadapan Bapak dan Ibu Guru sebagai penguji.

Melalui kegiatan ASPS ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Beragam refleksi muncul, mulai dari rasa gugup saat berinteraksi dengan masyarakat hingga tumbuhnya keinginan untuk kembali berkontribusi di lokasi pengabdian. ASPS menjadi salah satu upaya SMA BOPKRI 2 dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli, kreatif, dan berdaya guna bagi masyarakat.


Sarasehan dan Dialog AntarUmat Beragama “Layanan Pendidikan Multikultural” di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta

Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sarasehan dan Dialog Antarumat Beragama bertema “Mewujudkan Layanan Pendidikan dan Pembelajaran yang Multikultural” pada Kamis, 27 November 2025, pukul 10.00–13.00 WIB di Ruang Rapat Lantai 2. Acara ini dihadiri oleh guru, karyawan, perwakilan Yayasan BOPKRI, perwakilan dari siswa, serta narasumber dari lintas agama. Kegiatan dimulai dengan salam pembuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Doa pembuka dipimpin oleh Bapak Dwi Winarto, M.Th., M.Pd. Selanjutnya, Kepala SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Bapak Yudha Kusniyanto, S.Sos., M.Pd., menyampaikan sambutan yang menekankan peran strategis sekolah dalam menumbuhkan budaya multikultural di lingkungan pendidikan. Sambutan berikutnya diberikan oleh Ketua Umum Yayasan BOPKRI, Bapak Ir. Obed Tripambudi, yang menegaskan komitmen yayasan dalam mengembangkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkarakter. Setelah sambutan, moderator yaitu Bapak Wahyudi, S.Sn., memandu jalannya diskusi inti.

Dalam acara sarasehan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si., yang merupakan guru besar Universitas Negeri Yogyakarta, dan Dr. Saifudin Zuhri, M.Si., yang merupakan dosen Universitas Islam Indonesia. Pada sesi pengantar, kedua narasumber menyampaikan dua tema utama, yakni “Realitas Multikultural dan Keberagaman di Dunia Pendidikan” serta “Menjadi Guru dan Karyawan yang Multikultural.” Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sugeng Bayu Wahyono, menekankan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya tentang mengakui perbedaan, tetapi juga tentang kemampuan membangun komunikasi sosial yang saling menghargai tanpa memaksakan kehendak. Tujuan utama dari multikulturalisme adalah merayakan perbedaan sebagai kekayaan bersama. Sedangkan menurut Dr. Saifudin Zuhri, M.Si., pendidikan multikultural merupakan penyamaan yang berarti memberikan kesempatan dan perlakuan yang setara, upaya menyatukan berbagai kelompok budaya dalam suatu komunitas sekolah yang harmonis, dan agnostitisme yaitu sikap yang tidak memihak dan bersifat netral. Sebagai seorang guru, kita tidak hanya mengajarkan konsep tentang keberagaman, akan tetapi kita juga harus mampu mempraktikannya dalam kehidupan yang nyata khususnya di lingkungan sekolah. Dalam sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai tantangan serta implementasi nilai-nilai multikultural di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman seluruh tenaga pendidik dan karyawan mengenai pentingnya keberagaman sebagai modal membangun budaya sekolah yang harmonis, humanis, dan inklusif, dan multikurtural. SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk meningkatkan dialog lintas budaya dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penguatan nilai-nilai multikultural pada tahun-tahun yang akan mendatang.


BODA CREATIVE WEEK #5 : “BE MY HERO”

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta kembali melaksanakan Boda Creative Week. 21 November 2025 kembali digelar puncak BCW dengan penuh semangat dan kreativitas, setelah sepekan mereka berpenampilan sesuai dengan tokoh pahlawan yang mereka kagumi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan kreativitas peserta didik dalam berbagai bentuk penampilan, salah satunya melalui peragaan tokoh pahlawan bagi diri sendiri. Acara berlangsung dari pukul 10.15-11.20 WIB.

Dalam kegiatan ini, setiap kelas mengirimkan dua perwakilan peserta didik untuk memerankan pahlawan idola pilihan mereka. Penampilan yang dihadirkan sangat beragam dan sarat makna, antara lain:

XI Sains 2 memerankan pahlawan pengusir Belanda & Ibu Fatmawati. XI Sains 1 menjadi seorang guru & Karina Yamin. XI Sosial 2 memerankan RA Kartini dan  Jenderal Sudirman. XI Budaya memerankan Guru. XE 1 menjadi Pahlawan Papua & Maxima. XE 2 memerankan Martha Tiahahu & Pendeta. XE 3 memerankan Guru. XE 4 menjadikan abang dan kakeknya sebagai pahlawan. XE 5 memerankan Guru & Paspampres. XII F 2 menjadi Ibu & Ayah. XII F 1 memerankan B.J. Habibie dan Ainun. XII F 3 menjadi Bapak dan Ibu. XII F 5 memerankan Ayah & Ibu. Lalu, yang terakhir XII F 4 memerankan Brimob dan pasangannya

Setelah seluruh kelas menampilkan aksi terbaik mereka, panitia mengumumkan para pemenang. Angkatan kelas X dimenangkan oleh Kelas XE-1, kelas XI dimenangkan oleh XI Sosial 2, dan kelas XII dimenangkan oleh kelas XII F 2. Hadiah kepada para pemenang diserahkan oleh Bapak Agustinus Wuryanto Prihatmojo.

Tidak hanya penampilan pahlawan, acara ini juga menobatkan King dan Queen Boda Creative Week. Gelar King diraih oleh Roy dari kelas XII F 1, sementara gelar Queen diberikan kepada Intan dari kelas XII F 1.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan kreativitas peserta didik kian berkembang dan nilai-nilai kepahlawanan dapat terus menginspirasi generasi muda. Boda Creative Week pun sukses menjadi ajang ekspresi sekaligus penghargaan terhadap para pahlawan Indonesia dan figur inspiratif lainnya.


© 2026 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. All Rights Reserved.