Kabar Kami

SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA

SMA BOPKRI 2 Selenggarakan Asesmen Sumatif Projek Siswa (ASPS) Melalui Pengabdian Masyarakat

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 melaksanakan Asesmen Sumatif Projek Siswa (ASPS) sebagai bentuk penilaian akhir semester yang dikemas secara berbeda dan inovatif. Berbeda dari penilaian akhir semester pada umumnya yang berfokus pada tes tertulis, ASPS dilaksanakan dalam bentuk Projek Pengabdian Masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik, meningkatkan keterampilan sosial, mengasah soft skills, serta melatih kemampuan siswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Melalui ASPS, peserta didik diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari ke dalam kehidupan bermasyarakat.

ASPS dilaksanakan dalam bentuk pengabdian masyarakat yang bersifat sederhana dan disesuaikan dengan tema pada masing-masing jenjang. Untuk Kelas X, tema yang diangkat adalah Iklim dan Lingkungan Hidup dengan sifat projek menciptakan (create). Kelas XI mengusung tema Keterampilan dan Inovasi dengan sifat projek memodifikasi (modify). Sementara itu, Kelas XII mengangkat tema Pelatihan Pendidikan/Pendidikan Sumber Daya Manusia dengan sifat projek menciptakan (create).

          Tahap perencanaan dan persiapan berlangsung pada 17 – 25 November 2025, meliputi kegiatan survei lokasi pengabdian, penyusunan proposal kegiatan, serta persiapan alat dan bahan projek. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan pada 26 – 28 November 2025 dengan berbagai kegiatan, seperti penanaman bibit tanaman, menerapkan prinsip 3R(reduce,reuse,recycle) untuk sampah, peningkatan literasi bagi anak-anak, pembuatan kerajinan, pembelajaran bahasa Jepang, dan kegiatan edukatif lainnya.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta didik membuat video dokumentasi kegiatan dan materi presentasi yang dipresentasikan pada tanggal 2 – 4 Desember 2025 sesuai jadwal yang didapatkan. Ujian dilaksanakan secara lisan, di mana setiap kelompok mempresentasikan hasil projek di hadapan Bapak dan Ibu Guru sebagai penguji.

Melalui kegiatan ASPS ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Beragam refleksi muncul, mulai dari rasa gugup saat berinteraksi dengan masyarakat hingga tumbuhnya keinginan untuk kembali berkontribusi di lokasi pengabdian. ASPS menjadi salah satu upaya SMA BOPKRI 2 dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli, kreatif, dan berdaya guna bagi masyarakat.


Sarasehan dan Dialog AntarUmat Beragama “Layanan Pendidikan Multikultural” di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sarasehan dan Dialog Antarumat Beragama bertema “Mewujudkan Layanan Pendidikan dan Pembelajaran yang Multikultural” pada Kamis, 27 November 2025, pukul 10.00–13.00 WIB di Ruang Rapat Lantai 2. Acara ini dihadiri oleh guru, karyawan, perwakilan Yayasan BOPKRI, perwakilan dari siswa, serta narasumber dari lintas agama. Kegiatan dimulai dengan salam pembuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Doa pembuka dipimpin oleh Bapak Dwi Winarto, M.Th., M.Pd. Selanjutnya, Kepala SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Bapak Yudha Kusniyanto, S.Sos., M.Pd., menyampaikan sambutan yang menekankan peran strategis sekolah dalam menumbuhkan budaya multikultural di lingkungan pendidikan. Sambutan berikutnya diberikan oleh Ketua Umum Yayasan BOPKRI, Bapak Ir. Obed Tripambudi, yang menegaskan komitmen yayasan dalam mengembangkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkarakter. Setelah sambutan, moderator yaitu Bapak Wahyudi, S.Sn., memandu jalannya diskusi inti.

Dalam acara sarasehan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si., yang merupakan guru besar Universitas Negeri Yogyakarta, dan Dr. Saifudin Zuhri, M.Si., yang merupakan dosen Universitas Islam Indonesia. Pada sesi pengantar, kedua narasumber menyampaikan dua tema utama, yakni “Realitas Multikultural dan Keberagaman di Dunia Pendidikan” serta “Menjadi Guru dan Karyawan yang Multikultural.” Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sugeng Bayu Wahyono, menekankan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya tentang mengakui perbedaan, tetapi juga tentang kemampuan membangun komunikasi sosial yang saling menghargai tanpa memaksakan kehendak. Tujuan utama dari multikulturalisme adalah merayakan perbedaan sebagai kekayaan bersama. Sedangkan menurut Dr. Saifudin Zuhri, M.Si., pendidikan multikultural merupakan penyamaan yang berarti memberikan kesempatan dan perlakuan yang setara, upaya menyatukan berbagai kelompok budaya dalam suatu komunitas sekolah yang harmonis, dan agnostitisme yaitu sikap yang tidak memihak dan bersifat netral. Sebagai seorang guru, kita tidak hanya mengajarkan konsep tentang keberagaman, akan tetapi kita juga harus mampu mempraktikannya dalam kehidupan yang nyata khususnya di lingkungan sekolah. Dalam sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai tantangan serta implementasi nilai-nilai multikultural di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman seluruh tenaga pendidik dan karyawan mengenai pentingnya keberagaman sebagai modal membangun budaya sekolah yang harmonis, humanis, dan inklusif, dan multikurtural. SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk meningkatkan dialog lintas budaya dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penguatan nilai-nilai multikultural pada tahun-tahun yang akan mendatang.


BODA CREATIVE WEEK #5 : “BE MY HERO”

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta kembali melaksanakan Boda Creative Week. 21 November 2025 kembali digelar puncak BCW dengan penuh semangat dan kreativitas, setelah sepekan mereka berpenampilan sesuai dengan tokoh pahlawan yang mereka kagumi. Kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan kreativitas peserta didik dalam berbagai bentuk penampilan, salah satunya melalui peragaan tokoh pahlawan bagi diri sendiri. Acara berlangsung dari pukul 10.15-11.20 WIB.

Dalam kegiatan ini, setiap kelas mengirimkan dua perwakilan peserta didik untuk memerankan pahlawan idola pilihan mereka. Penampilan yang dihadirkan sangat beragam dan sarat makna, antara lain:

XI Sains 2 memerankan pahlawan pengusir Belanda & Ibu Fatmawati. XI Sains 1 menjadi seorang guru & Karina Yamin. XI Sosial 2 memerankan RA Kartini dan  Jenderal Sudirman. XI Budaya memerankan Guru. XE 1 menjadi Pahlawan Papua & Maxima. XE 2 memerankan Martha Tiahahu & Pendeta. XE 3 memerankan Guru. XE 4 menjadikan abang dan kakeknya sebagai pahlawan. XE 5 memerankan Guru & Paspampres. XII F 2 menjadi Ibu & Ayah. XII F 1 memerankan B.J. Habibie dan Ainun. XII F 3 menjadi Bapak dan Ibu. XII F 5 memerankan Ayah & Ibu. Lalu, yang terakhir XII F 4 memerankan Brimob dan pasangannya

Setelah seluruh kelas menampilkan aksi terbaik mereka, panitia mengumumkan para pemenang. Angkatan kelas X dimenangkan oleh Kelas XE-1, kelas XI dimenangkan oleh XI Sosial 2, dan kelas XII dimenangkan oleh kelas XII F 2. Hadiah kepada para pemenang diserahkan oleh Bapak Agustinus Wuryanto Prihatmojo.

Tidak hanya penampilan pahlawan, acara ini juga menobatkan King dan Queen Boda Creative Week. Gelar King diraih oleh Roy dari kelas XII F 1, sementara gelar Queen diberikan kepada Intan dari kelas XII F 1.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, diharapkan kreativitas peserta didik kian berkembang dan nilai-nilai kepahlawanan dapat terus menginspirasi generasi muda. Boda Creative Week pun sukses menjadi ajang ekspresi sekaligus penghargaan terhadap para pahlawan Indonesia dan figur inspiratif lainnya.


LDK OSIS 2025/2026

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

Sebagai bagian dari program kerja bidang Kesiswaan, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) menjadi agenda penting dalam proses pembentukan karakter dan pengembangan potensi kepemimpinan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan setelah reorganisasi pengurus OSIS periode baru, dengan tujuan utama membekali para pengurus agar mampu menjalankan peran organisasi secara efektif, berintegritas, dan bertanggung jawab. LDK tahun ini mengusung tema Membentuk Generasi Tangguh Melalui 8 Jalan BODA, Nilai Kebopkrian, dan Berjiwa Multikultural.” Tema ini merefleksikan komitmen SMA BOPKRI 2 Yogyakarta dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan semangat kebersamaan, toleransi, serta pengabdian kepada sesama. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat tumbuh menjadi pemimpin yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual yang tinggi. Kegiatan LDK dilaksanakan selama dua hari, Kamis–Jumat, 30–31 Oktober 2025, bertempat di Omah Petruk, Yogyakarta. Adapun rangkaian kegiatannya mencakup.

  1. Pembekalan materi kepemimpinan
  2. Dinamika kelompok
  3. Pemaparan program kerja OSIS
  4. Kegiatan reflektif
  5. Permainan kebersamaan yang dirancang untuk memperkuat kerja tim dan komunikasi antarpengurus.

Materi utama mengenai leadership disampaikan oleh Bapak Yudha Kusniyanto, S.Sos., M.Pd., yang menekankan pentingnya menjadi pemimpin berintegritas, siap menghadapi kritik, serta memiliki semangat melayani dan mengayomi. Selain itu, peserta diajak untuk menganalisis nilai-nilai kepemimpinan melalui lagu “Tuhan yang Sama” sebagai bentuk refleksi spiritual dan moral.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai guru pendamping, di antaranya Bapak Dwi Winarto, M.Th., M.Pd., Ibu Bernadeta Yovina Anggitasari, S.Pd., dan Ibu Fanny Vernilasari, S.Pd., yang turut memberikan pembinaan dan motivasi.

Pada hari kedua, kegiatan diawali dengan renungan pagi, jalan sehat, serta fun games seperti Grab the Bottle, Boss Buta, dan Bola Air, yang menumbuhkan semangat sportivitas dan solidaritas. Puncak kegiatan ditandai dengan sesi “Komitmen dan Peneguhan Janji OSIS 2025/2026,”di mana seluruh peserta menegaskan kesediaan mereka untuk mengemban tanggung jawab sebagai pengurus OSIS dengan sungguh-sungguh.

Melalui pelaksanaan LDK ini, SMA BOPKRI 2 Yogyakarta berharap lahir generasi pemimpin muda yang berkarakter, adaptif, dan inovatif, sesuai dengan semangat sekolah sebagai “Sekolah Multikultural Indonesia.”


Copyright © 2026 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. All Rights Reserved. By Antefer.web.id