Kabar Kami

SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA

IBADAH AWAL SEMESTER GENAP: “SEMUA ADA WAKTUNYA”

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta mengawali tahun 2026 dengan mengadakan Ibadah Awal Tahun yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, bertempat di Aula SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII, serta Bapak dan Ibu Guru beserta karyawan. Ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Pelayanan kali ini Nathania R dan Zia sebagai Worship Leader dengan oleh Anin, Agith, dan Lovely sebagai Singer. Ibadah semakin hidup dengan iringan musik yang dimainkan oleh Dion, Shmuel, dan Gideon. Ibadah kali ini dipersiapkan dengan baik oleh AGAPE.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Sat Hery Sucahyo dengan judul “Semua Ada Waktunya”, yang mengambil ayat nas dari Pengkhotbah 3:1 : “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan bahwa dalam kehidupan, khususnya masa sekolah, akan selalu ada perubahan dan ritme yang harus dijalani. Beliau menekankan bahwa setiap masa adalah bagian dari proses pembentukan hidup. Hasil yang baik hanya dapat dicapai melalui cara yang baik dan sikap yang benar. Peserta didik diajak untuk terus belajar dengan setia, meskipun terkadang merasa malas, lelah, atau ingin menyerah. Bangun pagi, belajar dengan tekun, dan menjalani tanggung jawab sehari-hari merupakan bagian dari proses yang sedang dijalani. Dalam penerapannya, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, melainkan kesetiaan dalam setiap masa kehidupan. Melalui refleksi bersama, kita semua diajak untuk menyadari bahwa semester ini adalah “masa yang Tuhan izinkan”, sehingga tidak perlu mengeluh secara berlebihan, melainkan bertanya dan merenungkan, “Apa yang ingin Tuhan ajarkan kepadaku pada masa ini?”. Ibadah Awal Tahun ini ditutup dengan ajakan untuk memulai langkah-langkah kecil yang konsisten, sebagai wujud iman dan ketaatan dalam menjalani setiap waktu yang Tuhan berikan.


Workshop dan Rapat Kerja Awal Tahun 2026 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta “Transformasi Pembelajaran melalui Kolaborasi dan Inovasi Berkelanjutan”

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

Awal Tahun 2026 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Workshop dan Rapat Kerja Guru dan Karyawan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Senin, 5 Januari 2026 dan Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Aula SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh 54 peserta yang terdiri atas guru dan karyawan. Kegiatan workshop dibuka dengan renungan yang dipimpin oleh Bapak Dwi Winarto, M.Th., M.Pd. sebagai penguatan spiritual dan refleksi awal dalam memasuki semester dan tahun ajaran yang baru. Workshop pengarahan dan evaluasi awal tahun untuk guru dipimpin oleh Bapak Yudha Kusniyanto, S.Sos., M.Pd.

Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa SMA BOPKRI 2 Yogyakarta merupakan sekolah multikultural yang berkarakter, adaptif, dan inovatif. Beliau menyampaikan program kurikulum, presentasi program sarana dan prasarana, program kesiswaan, program humas, dan ditutup presentasi program SDM dan pembagian tugas pegawai serta evaluasi dari berbagai bidang secara menyeluruh serta memberikan arahan mengenai langkah-langkah strategis yang perlu ditingkatkan dan diperbaiki demi kemajuan sekolah ke depan. Harapannya SMA BOPKRI 2 Yogyakarta berjalan sesuai dengan visi dan misi sekolah, serta mengimplementasikan nilai-nilai Ke-BOPKRI-an dan 8 jalan BODA yakni bagaimana nilai-nilai Ke-BOPKRI-an: Kasih, Integritas, dan Pelayanan yang tulus serta karakter utama SMA BODA yakni Beriman, Toleran, Sopan, Antikekerasan, Peduli, Jujur, Disiplin, dan Kreatif.

Menjadi Sekolah Multikultural Indonesia yang berkarakter, adaptif, dan inovatif. Sementara itu, workshop khusus karyawan dipimpin oleh Ibu Visca Veronica, M.Pd. Materi yang disampaikan menekankan nilai pelayanan, dengan pesan utama bahwa besar kecilnya seseorang tidak diukur dari berapa banyak orang yang melayaninya, melainkan dari seberapa banyak orang yang ia layani. Materi ini menjadi penguatan karakter dan etos kerja bagi seluruh karyawan. Pada hari kedua, kegiatan workshop dan rapat kerja awal tahun diawali dengan renungan oleh Ibu Heny Puspowati,S.Pd. Pemaparan materi dipimpin oleh Dr. Sri Sulastri, M.Pd., selaku Direktur Pelaksana Yayasan BOPKRI Yogyakarta. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan tiga fokus utama pengembangan yaitu, meningkatkan efisiensi keuangan Yayasan BOPKRI, meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah, dan meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi. Selain itu, beliau juga menjelaskan secara rinci bidang-bidang yang perlu terus ditingkatkan, antara lain biro keuangan, bidang jejaring dan fundraising, bidang aset, serta bidang pendidikan.

Kegiatan workshop dan rapat kerja ini diakhiri dengan diskusi dan evaluasi bersama antara guru dan karyawan, serta doa bersama sebagai wujud harapan dan komitmen untuk keberhasilan pelaksanaan pembelajaran pada semester genap. Melalui kegiatan ini, SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi guru dan karyawan. Diharapkan, workshop dan rapat kerja ini dapat menjadi inspirasi untuk terus bergerak maju dan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik.


SMA BOPKRI 2 Selenggarakan Asesmen Sumatif Projek Siswa (ASPS) Melalui Pengabdian Masyarakat

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 melaksanakan Asesmen Sumatif Projek Siswa (ASPS) sebagai bentuk penilaian akhir semester yang dikemas secara berbeda dan inovatif. Berbeda dari penilaian akhir semester pada umumnya yang berfokus pada tes tertulis, ASPS dilaksanakan dalam bentuk Projek Pengabdian Masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan karakter peserta didik, meningkatkan keterampilan sosial, mengasah soft skills, serta melatih kemampuan siswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Melalui ASPS, peserta didik diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari ke dalam kehidupan bermasyarakat.

ASPS dilaksanakan dalam bentuk pengabdian masyarakat yang bersifat sederhana dan disesuaikan dengan tema pada masing-masing jenjang. Untuk Kelas X, tema yang diangkat adalah Iklim dan Lingkungan Hidup dengan sifat projek menciptakan (create). Kelas XI mengusung tema Keterampilan dan Inovasi dengan sifat projek memodifikasi (modify). Sementara itu, Kelas XII mengangkat tema Pelatihan Pendidikan/Pendidikan Sumber Daya Manusia dengan sifat projek menciptakan (create).

          Tahap perencanaan dan persiapan berlangsung pada 17 – 25 November 2025, meliputi kegiatan survei lokasi pengabdian, penyusunan proposal kegiatan, serta persiapan alat dan bahan projek. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan pada 26 – 28 November 2025 dengan berbagai kegiatan, seperti penanaman bibit tanaman, menerapkan prinsip 3R(reduce,reuse,recycle) untuk sampah, peningkatan literasi bagi anak-anak, pembuatan kerajinan, pembelajaran bahasa Jepang, dan kegiatan edukatif lainnya.

Sebagai bentuk evaluasi, peserta didik membuat video dokumentasi kegiatan dan materi presentasi yang dipresentasikan pada tanggal 2 – 4 Desember 2025 sesuai jadwal yang didapatkan. Ujian dilaksanakan secara lisan, di mana setiap kelompok mempresentasikan hasil projek di hadapan Bapak dan Ibu Guru sebagai penguji.

Melalui kegiatan ASPS ini, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Beragam refleksi muncul, mulai dari rasa gugup saat berinteraksi dengan masyarakat hingga tumbuhnya keinginan untuk kembali berkontribusi di lokasi pengabdian. ASPS menjadi salah satu upaya SMA BOPKRI 2 dalam membentuk karakter peserta didik yang peduli, kreatif, dan berdaya guna bagi masyarakat.


Sarasehan dan Dialog AntarUmat Beragama “Layanan Pendidikan Multikultural” di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Sarasehan dan Dialog Antarumat Beragama bertema “Mewujudkan Layanan Pendidikan dan Pembelajaran yang Multikultural” pada Kamis, 27 November 2025, pukul 10.00–13.00 WIB di Ruang Rapat Lantai 2. Acara ini dihadiri oleh guru, karyawan, perwakilan Yayasan BOPKRI, perwakilan dari siswa, serta narasumber dari lintas agama. Kegiatan dimulai dengan salam pembuka oleh MC dan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Doa pembuka dipimpin oleh Bapak Dwi Winarto, M.Th., M.Pd. Selanjutnya, Kepala SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Bapak Yudha Kusniyanto, S.Sos., M.Pd., menyampaikan sambutan yang menekankan peran strategis sekolah dalam menumbuhkan budaya multikultural di lingkungan pendidikan. Sambutan berikutnya diberikan oleh Ketua Umum Yayasan BOPKRI, Bapak Ir. Obed Tripambudi, yang menegaskan komitmen yayasan dalam mengembangkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkarakter. Setelah sambutan, moderator yaitu Bapak Wahyudi, S.Sn., memandu jalannya diskusi inti.

Dalam acara sarasehan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si., yang merupakan guru besar Universitas Negeri Yogyakarta, dan Dr. Saifudin Zuhri, M.Si., yang merupakan dosen Universitas Islam Indonesia. Pada sesi pengantar, kedua narasumber menyampaikan dua tema utama, yakni “Realitas Multikultural dan Keberagaman di Dunia Pendidikan” serta “Menjadi Guru dan Karyawan yang Multikultural.” Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Sugeng Bayu Wahyono, menekankan bahwa pendidikan multikultural tidak hanya tentang mengakui perbedaan, tetapi juga tentang kemampuan membangun komunikasi sosial yang saling menghargai tanpa memaksakan kehendak. Tujuan utama dari multikulturalisme adalah merayakan perbedaan sebagai kekayaan bersama. Sedangkan menurut Dr. Saifudin Zuhri, M.Si., pendidikan multikultural merupakan penyamaan yang berarti memberikan kesempatan dan perlakuan yang setara, upaya menyatukan berbagai kelompok budaya dalam suatu komunitas sekolah yang harmonis, dan agnostitisme yaitu sikap yang tidak memihak dan bersifat netral. Sebagai seorang guru, kita tidak hanya mengajarkan konsep tentang keberagaman, akan tetapi kita juga harus mampu mempraktikannya dalam kehidupan yang nyata khususnya di lingkungan sekolah. Dalam sesi tanya jawab berlangsung secara interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai tantangan serta implementasi nilai-nilai multikultural di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman seluruh tenaga pendidik dan karyawan mengenai pentingnya keberagaman sebagai modal membangun budaya sekolah yang harmonis, humanis, dan inklusif, dan multikurtural. SMA BOPKRI 2 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk meningkatkan dialog lintas budaya dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penguatan nilai-nilai multikultural pada tahun-tahun yang akan mendatang.


Copyright © 2026 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. All Rights Reserved. By Antefer.web.id