Kabar Kami

SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA

TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN SEKOLAH, SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA GELAR SIMULASI PENANGANAN BENCANA GEMPA BUMI


Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Bencana merupakan hal yang datang secara tak terduga, karenanya penting menyiapkan warga sekolah agar selalu waspada dan tanggap terhadap bencana. 

Pada hari Rabu, 6 April 2022, SMA BOPKRI 2 Yogyakarta sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, dan Puskesmas Gondokusuman, menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi di halaman SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.

Simulasi tanggap bencana gempa bumi dilakukan dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana, khususnya gempa bumi. Kegiatan simulasi ini juga diharapkan mampu memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman warga sekolah terkait cara evakuasi diri ketika terjadi bencana gempa bumi. Selain itu, warga sekolah lebih siap apabila sewaktu-waktu terjadi bencana, terlebih lagi dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa saat bencana datang.

Personil yang terlibat dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi ini adalah Kepala Sekolah, Ketua Satgas SPAB, Tim Peringatan Dini, Tim Security dan Petugas Tanggap Darurat, Tim P3K, Tim Informasi dan Data, serta Tim Psiko-Sosial.

Berikut ini adalah skenario dalam simulasi penanganan bencana gempa bumi.

Lokasi Kejadian

Keadaan darurat gempa bumi di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta.

Penyebab

Gempa bumi disebabkan oleh patahnya lempengan bumi berpusat di 8.03 LS dan 110,32 BT (update ketiga) pada kedalaman 11,3 km dan kekuatan 5.9 SR Mb (Magnitude Body) atau setara 6.3 SR Mw (Magnitude Moment).

Skenario

Pada hari Rabu, 6 April 2022 pada pukul 13.15 WIB, kegiatan belajar mengajar di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta berjalan seperti biasa. Saat itu cuaca panas karena aktivitas gunung berapi yang mulai mengeluarkan awan panas dan lelehan magma sejak malam dini hari. Pada saat itu para siswa sedang belajar di ruang kelas masing-masing dan sebagian guru sedang berdiskusi di kantor guru serta karyawan sedang berada di kantor tata usaha. Beberapa saat kemudian sebagian guru, karyawan dan siswa merasakan goncangan pada tanah yang dipijak dan mereka sadar bahwa telah terjadi gempa bumi.

Tim Satgas SPAB yang saat itu berada di sekolah segera berkoordinasi dengan petugas mereka masing-masing. Tim peringatan dini bersiap untuk membunyikan tanda peringatan dini dengan bel peringatan dan menyampaikan situasi melalui pengeras suara yang langsung terhubung di setiap ruangan supaya warga sekolah tetap tenang dan tidak panik. Tidak lama kemudian terjadi gempa susulan yang berkekuatan lebih besar berkisar 6,9 SR.

Tim peringatan dini membunyikan bel, menyampaikan informasi agar warga sekolah tetap tenang dan mengikuti prosedur penanganan keadaan darurat gempa. Petugas Satgas memutuskan aliran listrik melalui panel listrik. Guru di kelas berusaha menenangkan siswa sambil mengarahkan siswa untuk berlindung di bawah meja dan mengarahkan sebagian yang lain berlari ke sudut ruangan.

Setelah guncangan mereda Tim Petugas Tanggap Darurat berteriak “Evakuasi! Evakuasi!!”, sambil mengarahkan guru dan siswa yang berada di kelas menuju titik kumpul di lapangan sekolah melalui jalur evakuasi yang sudah tertempel. Siswa keluar satu per satu dengan tertib dan cepat dipandu oleh guru. Security sekolah berada di tengah lapangan/ titik kumpul dan mengarahkan warga yang berdatangan untuk berkumpul di titik kumpul.

Saat warga sekolah dievakuasi, terdapat 2 siswa yang terjatuh dan mengalami luka ringan dan 1 siswa mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Warga sekolah yang dievakuasi berkumpul di titik kumpul (assembly point) terdekat sesuai instruksi Tim Satgas Tanggap Darurat.

Kepala sekolah berkoordinasi dengan Ketua Satgas Tanggap Darurat untuk segera menyiapkan Tim Satgas Tanggap Darurat Bencana Sekolah. Ketua Satgas menginformasikan kepada tim untuk berkumpul di titik kumpul dan berkoordinasi agar melaksanakan tugas sesuai dengan tugas masing-masing.

Petugas tanggap darurat memeriksa keadaan di dalam gedung dan memeriksa apakah ada warga sekolah yang belum dievakuasi. Kemudian, petugas tanggap darurat mengabsen warga sekolah di titik kumpul (assembly point). Dilaporkan ada 2 siswa yang belum berada di tempat. Petugas tanggap darurat melaporkan ke security dan petugas tanggap darurat untuk mencari siswa di ruangan kelas siswa tersebut.

Security dan petugas tanggap darurat mencari siswa di dalam kelas dan menemukan 1 siswa terluka pada bagian kaki sehingga tidak dapat berjalan dan 1 siswa tidak sadarkan diri. Security dan petugas tanggap darurat memanggil Tim P3K untuk melakukan evakuasi terhadap korban. Tim P3K datang menuju korban dan segera mengevakuasi dengan menandu dan memanggul korban ke titik kumpul (assembly point).

Security melanjutkan pemeriksaan di gedung. Setelah selesai pemeriksaan dan dinyatakan semua warga sekolah berada di titik kumpul, kemudian security melaporkan ke Ketua Tim Satgas Tanggap Darurat.

Setelah Tim P3K sampai di titik kumpul, maka Tim P3K dan Tim Kesehatan segera memberikan pertolongan pertama kepada siswa atau warga sekolah. Korban luka berat sebanyak 1 orang dirujuk ke Puskesmas Gondokusuman 2. Sementara itu warga sekolah yang sudah berkumpul di titik kumpul diberikan penjelasan tentang kebencanaan oleh Tim Psiko-sosial.

Kondisi titik kumpul di lapangan sudah mulai terkondisikan pasca gempa bumi yang terjadi. Hasil pencatatan data dilaporkan kepada Ketua Satgas Tanggap Bencana Sekolah oleh Tim Informasi dan Data. Ketua Satgas memberikan perintah agar semua tim berkumpul melaksanakan koordinasi akhir. Setelah koordinasi akhir dilaksanakan, Ketua Satgas melaporkan kepada Kepala Sekolah dan menginformasikan kepada Balai Dikmen dan BPBD Kota Yogyakarta bahwa telah terjadi gempa bumi di SMA BOPKRI 2 Yogyakarta yang mengakibatkan 5 korban luka-luka dengan 1 siswa mengalami luka berat dan harus dirujuk ke Puskesmas Gondokusuman 2 serta melaporkan adanya kerusakan bangunan.

Setelah memperoleh arahan dari BPBD Kota Yogyakarta, Kepala Sekolah memberikan instruksi kepada warga sekolah agar pulang ke rumah masing-masing dan sekolah diliburkan. Wali Kelas menyampaikan melalui WhatsApp Group (WAG) orang tua untuk memberikan informasi kepada orang tua agar orang tua menjemput putra-putrinya (bagi siswa yang dijemput). Sesampai di rumah, guru/ karyawan memberikan kabar melalui WA Humas dan para siswa melalui WAG kelas masing-masing bahwa sudah sampai di rumah dengan selamat.     

Personil

  1. Kepala Sekolah                       : Dr. Sri Sulastri, M. Pd.
  2. Ketua Satgas                          : A. Wuryanto Prihatmodjo, S. Pd.
  3. Tim Peringatan Dini                 : Daniel S. dan Kuncoro M.N.
  4. Tim Data dan Informasi           : Ita Hermayanti, Fanny Vernilasari, dan B. Yovina
  5. Tim Sarana dan Prasarana       : Didik Prasetya, Andrianus dan Ngadani
  6. Tim Evakuasi                          : Wahyudi, Satriyo M.P., B. Pascal Alexander, Yanuarius Yala, security
  7. Tim P3K/ Kesehatan                : Amasia Bingar, Kristiana P., Raj Prastyati, Gardisa Citra

Melalui kegiatan simulasi ini, semoga seluruh warga SMA BOPKRI 2 Yogyakarta senantiasa siap-siaga dalam menghadapi bencana, khususnya bencana gempa. Selain itu, juga mendorong seluruh warga sekolah tangguh bencana karena kesiapsiagaan seluruh warga sekolah memegang peran penting dalam mengurangi risiko bencana.

---Tim Humas---

    Maria Rini

 

 

 

 

 

 


© 2022 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta. All Rights Reserved. Powered by Antefer